Blockchain, Cryptosocialism, dan Impian Marx

1

“Marx dan Satoshi sama-sama sepakat bahwa sulit mempercayai satu otoritas regulasi seperti bank. Marx percaya – meski tidak secara khusus mengklaim – ketika kapitalisme menjadi terlalu terpusat, itu mengarah pada […]

Read More

Ras Siapa yang Paling Hebat?

2

Beberapa waktu lalu, di bulan Mei 2020, ada sebuah fenomena di Minneapolis, Minnesota, Amerika Serikat yang memicu pergerakan skala besar Black Lives Matter. Saya jadi terinspirasi untuk menuliskan tulisan ini, berbekal dengan sebuah pertanyaan, kenapa rasisme ada dan mungkinkah kita menghilangkan rasisme?

Read More

Absurdism, Sisyphus, dan Camus

1

Albert Camus terkadang adalah seorang tokoh yang seringkali dipikirkan sebagai salah satu tokoh eksistensialisme. Hal ini mungkin terjadi karena beberapa hal, Camus yang dekat dengan Sartre semasa hidupnya, dirinya yang […]

Read More

Paham Pasifisme ala Tenzin Gyatzo

0

Istilah pasifisme berasal dari Bahasa Latin yakni paci- yang berarti “perdamaian” dan -ficus yang berarti “membuat”. Istilah ini pertama kali dikenalkan oleh aktivis perdamaian Prancis bernama Emile Armaud pada 1901. Namun, semangat anti-kekerasan sudah ada bahkan sejak zaman Kristus maupun Nabi Muhammad saw. Semangat perdamaian juga banyak terdapat dalam ajaran Hindu maupun Buddha. Menurut Stanford Encyclopedia of Philosophy, pasifisme adalah komitmen untuk senantiasa mengusahakan perdamaian, namun arti ‘perdamaian’ itu sendiri memiliki banyak tafsir.

Read More

Sadari Kematian

0

Kematian: sebuah realitas tak terbantahkan. Kalau mau dibahasakan menjadi masalah: sebuah masalah tanpa solusi. Sebagian besar masalah lain berpenyelesaian, namun tidak untuk kematian. Semua manusia, makhluk hidup, pada dasarnya hidup untuk kemudian mati. Ini mengakibatkan lahirnya beberapa pertanyaan, seperti “Mengapa harus hidup, kalau toh pada akhirnya akan mati?” dan “Mengapa harus mati, kalau hidup itu enak?”

Read More

Cognitive Bias: Systematic Error by the Brain

0

The way we think affects us much more than we could imagine. It could affect how we feel and how we make decisions. So, is it fine to completely trust our brain in perceiving and processing information? Unfortunately, the answer might be no. Social scientists reported that there are certain ways of our thinking that are distorted. We are not aware of this “systematic error” which makes us often fail to judge rationally. This faulty by our brain is termed as cognitive bias.

Read More

Efek Semmelweis Sebagai Reaksi dari Penolakan Gagasan Mencuci Tangan

0

Semenjak pandemi Covid-19 merebak, aktivitas cuci tangan seakan menjadi hal wajib di hampir setiap kegiatan yang dilakukan. Tapi, jauh sebelum akhirnya cuci tangan ini menjadi kegiatan yang diterima oleh masyarakat banyak atau bahkan menjadi kegiatan wajib yang harus dilakukan, aktivitas cuci tangan punya sejarah yang kelam, bahkan kehadirannya pertama kali sempat dianggap konyol dan berlebihan oleh ilmuwan maupun para ahli.

Read More

Marx dan Keterasingan dalam Pekerjaan

0

Seringkali kita mendengar ungkapan-ungkapan penyemangat yang disampaikan ketika menjelang hari kerja. Sedangkan ketika akan datang hari libur, bukan ungkapan penyemangat yang kita dengar, melainkan ucapan selamat. Kedua hal ini menyiratkan […]

Read More